TUGAS PENGANTAR
BISNIS
1.NAMA :
Hasan Basri
2.NPM / KELAS : 23213966 / IEB 17
3.MARTERI : Manajemen Sumber Daya Manusia
4..DOSEN : BPK. FITRIANSYAH HAMBALI

PENGANTAR BISNIS
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2013
BAB 10
Manjemen Sumber Daya Manusia
1. PENDAHULUAN :
Di bab 10 ini kita akan membahas mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia:
Ø Macan-Macam Sumber Daya Manusia
Ø Perkembangan Sumber Daya Manusia
Ø Hubungan Perburuhan
Ø Mengapa Para Pekerja Mendirikan Serikat Pekerja
Ø Perserikatan Saat Ini
Ø Hukum-Hukum Yang Mengatur Hubungan Antara Tenaga Kerja Dengan Manajer
2. Teori-Teori
mengenai pengertian Pemasaran:
Manajemen sumber daya
manusia, disingkat MSDM,
adalah suatu ilmu
atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya
(tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu
secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga
tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat
menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia
bukan mesin dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM
menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi,
sosiologi,
dll.
Unsur-Unsur SDM adalah
manusia.
Manajemen sumber daya
manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan
karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber
daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi
secara langsung sumber daya manusianya.
Perusahaan beruntung bila bisa
menggaet tenaga manajerial, yang sudah pengalaman ataupun trainee, yang
brilyan. Kerepotannya adalah bagaimana membuat si “Bintang” itu betah di
perusahaan. Gaji besar tak selalu menjamin ia bakal “loyal” terus.
Merekrut tenaga
tingkat manajerial merupakan aktivitas yang tidak murah. Tak jarang perusahaan
harus menggunakan konsultan tenaga kerja dari luar untuk melaksanakan rekrutmen
dan seleksi calon pegawai yang cocok. Cara yang lebih jitu lagi meojaring calon
yang tepat adalah secara aktif mencari di dalam kalangan industri dan bila
perlu membajaknya dari perusahaan lain (”headhunting” dan “hijacking”). Semua,
tentu, dengan biaya yang tidak sedikit bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga
manajer tersebut.
Usaha yang kompleks
dan tidak murah ini belum juga menjamin kesesuaian antara calon pegawai dengan
jabatan yang bakal diisinya. Ketidakcocokan bisa karena ternyata si calon itu
tidak memenuhi sejumlah syarat kerja, atau malah si calon itu sendiri yang setelah
ia tahu lebih banyak mengenai pekerjaannya merasa kurang pas dengan kedudukan
barunya.
Bila ini keadaannya,
maka dapat diperkirakan bahwa cepat atau lambat si pegawai itu akan “mental”
atau hengkang dari tempat kerja. Hal yang amat merugikan perusahaan sekiranya
pegawai tersebut sebenarnya termasuk pekerja yang baik dan penuh potensi.
Membuat Betah Gaji
tinggi, fasilitas lengkap, sertajabatan/ke-dudukan yang jelas tak selalu
menjamin betahnya seorang pegawai, apalagi untuk tingkat manajerial ke atas.
Sebagai orang baru, hal-hal itu tentu menjadi pertimbangan, namun, selang
beberapa waktu, tentu ada hal-hal lain yang bakal dicarinya.
Upaya untuk membuat
pegawai baru betah, apalagi bila diketahui ia tipe yang penuh inisiatif,
eneriik, dan ogah rutinitas, harusnya dimulai sejak awal, kala ia baru masuk.
Pada bulan pertama diperkenalkan kepada lingkungan kerjanya serta
tugas-tugasnya secara spesifik. Bersamaan dengan itu pula sang pegawai baru
di-expose pada budaya perusahaan, yakni pola perilaku segenap warga perusahaan
yang mencerminkan sistem nilai yang dianut perusahaan.
Untuk para manajer
baru yang tugasnya ber-hubungan dengan banyak unit lain dalam per¬usahaan, maka
ada baiknya ia pun mengenali fungsi dan tugas unit-unit itu. Beberapa
perusahaan besar bahkan mengharuskan para manajer tersebut untuk mengikuti
hands-on training di beberapa unit yang relevan. Ini pengalaman yang penting
mengingat bahwa dalam tugasnya kelak sang manajer bakal berhubungan banyak
dengan unit-unit tersebut sehingga perlu memahami pola kerjanya sedetail
mungkin.
Dalam proses ini, yang
bisa saja berlangsung sampai setahun, trainee yang bakal menduduki jabatan
eselon manajemen ini berinteraksi de¬ngan banyak pihak; dengan kalangan
pelaksana, penyelia, manajer, dan tak jarang pula dengan pimpinan perusahaan.
Kerapkali momen sosialisasi seperti ini menjadi faktoryang turut mendu-kung
kemajuan karir trainee tersebut.
Selain itu, pelatihan
dalam bidang organisasi, komunikasi, maupun bidang-bidang lain yang menunjang
ketrampilan manajemen, merupakan masukan berharga bagi calon manajer. Apa¬lagi
bila materi pelatihan disajikan oleh praktisi-praktisi yang mengenai betul
kondisi dan iklim kerja di perusahaan. Memang, sekali lagi, ini bentuk
perhatian pada calon-calon manajer yang harganya tentu mahal.
Tetapi ini harus
dipandang sebagai investasi perusahaan untuk memiliki jajaran manajer yang
trampil, mampu, dan punya wawasan yang sejalan dengan cita-cita dan falsafah
perusahaan. Dari sudut si calon manajer sendiri, ini merupakan perlakuan yang
tentunya memperkaya pengetahuan dan kemampuan individualnya, yang pada
gilirannya bisa berperan besar dalam menumbuhkan loyalitasnya pada perusahaan.
Ibarat bayi yang baru
lahir dan memasuki dunia baru, maka enam bulan pertama seorang pe¬gawai baru
adalah masa-masa kritis yang menentukan sikap dan pandangannya terhadap
perusahaan maupun pekerjaannya. Betah dan Berprestasi Bagi pegawai baru yang
dipersiapkan untuk menduduki jabatan manajerial, tentunya ada harapan bahwa ia
diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Percuma mereka sekolah
tinggi-tinggi (seringkali sampai tingkat MBA) bila kesempatan itu tak kunjung
tiba. Oleh karena itu, suatu kesalahan besar bila pada saat ia masuk ia
langsung diantar ke meja atau ruangannya, lantas didiamkan. Perusahaan mungkin
menganggap bahwa pasti pegawai baru itu akan segera bersibuk diri dalam
pekerjaan. Dugaan yang cenderung meleset karena siapa pun juga dan sehebat apa
pun orangnya butuh tuntunan dalam orientasi pekerjaan. Lantas ia butuh
kesempatan untuk mempraktekkan sega-la pengetahuan sekolahnya secara konkrit di
tempat kerja.
Hal lain yang dapat
membuat “orang baru” dalam perusahaan semakin betah adalah apabila dalam
bulan-bulan pertama ia sudah dilibatkan dalam beberapa persoalan perusahaan
yang cukup penting. Ini kesempatan pula baginya untuk menyumbangkan pikirannya
dalam rangka pemecahan masalah. Syukur-syukur bila sumbang sarannya benar-benar
diperhatikan dan kalau memang itu usul yang pantas diterapkan. Secara psikologis hal ini dapat
diterangkan sebagai proses daur pengalaman yang menguatkan perilaku tertentu
yang dikehendaki. Dalam proses seperti ini, urutan-urutan kejadian adalah
sebagai berikut:
ada pegawai baru dalam
perusahaan, sebagai orang baru ia akan mengacu pada atasannya dalam perusahaan,
bila atasan atau pimpinan perusahaan itu memberi kesempatan padanya untuk
berpe-ran aktif dalam suatu pemecahan persoalan, maka, pegawai baru tersebut
akan memperoleh rasa puas yang sifatnya menguatkan keputusan-nya semula untuk
masuk dalam perusahaan.
Untuk menciptakan kondisi
kerja seperti itu, maka perusahaan sebenarnya dapat merancangnya sejak awal.
Selain tugas-tugas yang relatif rutin yang dibebankan pada manajer baru
tersebut, maka dapat pula disisipkan beberapa tugas lain yang sifatnya khusus.
Misalnya, ia si manajer baru dapat dimasukkan ke dalam sua¬tu tim yang
menangani proyek tertentu. Tentunya tugas-tugas khusus yang diberikan itu harus
sesuai dengan bidang keahliannya. Selain itu, tingkat kesulitan yang dihadapi
dalam tugasnya hendaknya proporsional dengan statusnya seba¬gai orang baru.
Jangan sampai orang baru ini mendapat “daging yang terlalu besar dan alot
ba¬ginya untuk dikunyah”.
Banyak pula perusahaan
yang menggunakan sistem mentor dalam program orientasi tenaga manajerial baru.
Yang biasa dikaryakan untuk tugas mentor ini adalah para eksekutif senior. Cara
ini memungkinkan manajer baru untuk lebih cepat mengenal medan. la pun akan
menyerap informasi-informasi (dan “trick-trick”) dalam tugasnya yang mungkin
tak bisa diperoleh melalui pola orientasi lain. Mentor akan memberi tahu
titik-titik bahaya yang perlu dihindari, kesempatan-kesempatan mana yang bakal
muncul dan dimanfaatkan, serta 100 hal-hal lain (kecil maupun besar) yang bisa
membuat manajer baru lebih efektif lebih cepat.
Yang penting, si
mentor memberi informasi tidak berdasarkan kerangka teoritis belaka tetapi
sudah dicampurnya dengan unsur pengalaman dan kebijaksanaan yang diperoleh
melalui proses kerja bertahun-tahun.
Tentunya perusahaan
harus selektif dalam memilih mentor. Gunakan eksekutif-eksekutif atau tenaga
senior lainnya yang benar-benar kompeten dan punya keinginan untuk membimbing
tunas baru. Ini penting karena yang ditangani adalah kader-kader calon penerus
perusahaan. Sikap dan cara kerja yang akan tumbuh pada mereka bisa banyak ditentukan
oleh pengalaman dini yang dilewati semasa di bawah pengawasan dan bimbingan
mentor.
Penting pula bagi
manajer baru yang sedang dalam masa orientasi seperti di atas untuk memperoleh
umpan balik yang cukup. Performance appraisal (penilaian karya) terhadap
aktivitas kerjanya tiap 3 bulan selama satu atau dua tahun dinilai banyak ahli
perusahaan sebagai tidak berlebihan. Tak perlu terlalu repot melaksanakan ini,
cukup satu session tatap muka untuk mengutarakan apa yang telah dilakukan
selama ini, mana yang dianggap benar atau efektif, mana yang kurang tepat, dan
kira-kira apa yang bakal dihadapinya dalam waktu yang akan datang.
Memang, tampaknya
cukup rumit untuk mengurusi orang yang baru memasuki sebuah perusahaan. Tetapi
bila ini menyangkut tenaga yang dipandang penting oleh perusahaan (”bintang”
begitu), maka mau tak mau upaya ini harus ditelusuri. Betapa tidak. Dalam
suasana kompetitif seperti sekarang, Tenaga kerja yang baik pada dasarnya tak
bisa dibeli; paling-paling hanya bisa “disewa” beberapa tahun saja. Oleh karena
itu penting menumbuhkan rasa betah dan loyal pada dirinya, agar penyewaan
terha-dapnya berlangsung terus.
MACAM-MACAM SUMBER DAYA MANUSIA
Macam-macam sumber daya manusia. Manusia memiliki akal, budi dan
pikiran yang tidak dimiliki oleh
tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun
dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi
dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling
ketergantungan.
Sumber daya manusia di bagi menjadi
dua,yaitu :
* Manusia sebagai sumber daya fisik
* Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan
dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang
perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.
* Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya
alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi
kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya
alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam
berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia
menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu,
manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah
sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi
perkembangan kebudayaan manusia.
PERKEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
SDM sudah ada sejak dahulu dalam berbagai bentuk.
Manajemen sumber daya manusia muncul begitu manusia berkumpul untuk sebuah
tujuan yang sama. Meskipun demikian, keberadaan MSDM belum dapat dipastikan
secara jelas pertama kali muncul. Tetapi dalam kurun waktu terakhir, proses
memanajemen manusia menjadi formal.
Suharyanto menyebutkan bahwa aktivitas MSDM berawal
dari tahun 1915 ketika militer Amerika Serikat mengembangkan suatu korps
pengujian psikologi, suatu tim penguji serikat buruh dan suatu tim semangat
kerja (Suharyanto:2005). Beberapa orang yang terlatih dalam praktek-praktek di
ketiga tim tersebut kemudian menjadi manajer-manajer personalia di bidang
industri.
Manajemen kepegawaian di Inggris dan Amerika Serikat
dikembangkan lebih dahulu daripada di Australia ketika negara-neara ini
mengadopsi proses kerja produksi massa, mengikuti perkembangan revolusi
industri. Salah satu tokoh besar dalam masa ini adalah FW Taylor dengan Gerakan
Manajemen Ilmiah sebagai hasil Studi Gerak dan Waktu. Perangkat yang digerakkan
oleh energi dan sistem produksi yang dikembangkan, memungkinkan produksi yang
lebih murah. Oleh karenanya, hal ini menciptakan banyak tugas yang monoton,
tidak sehat dan bahkan berbahaya. Dampaknya adalah terdistorsinya peran manusia
dalam perusahaan.
Kesadaran akan pentingnya peran manusia dalam
organisasi berkembang ketika produktivitas karyawan ternyata mempengaruhi
daya saing perusahaan. Faktor manusia menjadi bagian penting dalam perusahaan
karena pengelolaan karyawan yang baik merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan produktivitas di satu sisi dan daya saing perusahaan di sisi lain.
Hal inilah yang kemudian mendorong manajemen personalia/kepegawaian berubah
menjadi kajian Manajemen SDM
Ruang ingkup pengembangan SDM yaitu
1. Pengembangan kompetensi : Pelatihan
kompetensi, project management, dsb
2. Pengembangan Jumlah SDM: Dilakukan apabila organisasi membutuhkan tenaga kerja untuk melakukan peningkatan kinerja
3. Pengembangan organisasi : Dengan terciptanya unit usaha baru, maka secara organisasi perlu dilakukan penyesuaian struktur organisasi
2. Pengembangan Jumlah SDM: Dilakukan apabila organisasi membutuhkan tenaga kerja untuk melakukan peningkatan kinerja
3. Pengembangan organisasi : Dengan terciptanya unit usaha baru, maka secara organisasi perlu dilakukan penyesuaian struktur organisasi
Pemanfaatan sumber tenaga kerja dan
kompensasi
1. Mencapai masa dinas yg panjang
2. Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
3. Memotivasi karyawan mencapai presta prestasi unggul
2. Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
3. Memotivasi karyawan mencapai presta prestasi unggul
Hubungan perburuhan
Hubungan Perburuhan Pancasila, agar setiap persoalan
antara buruh dan manajemen diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat.
Mengapa
para pekerja mendirikan serikat pekerja
Alasan pekerja mendirikan serikat pekerja adalah
organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat,
melindungi, dan memperbaiki, melalui kegiatan kolektif, kepentingan sosial,
ekonomi dan politik anggotanya.
Hukum-hukum
yang mengatur hubungan antar tenaga kerja dengan manajer
Ada tiga perjanjian kerja sama, yaitu :
a. Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
a. Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
b. Union shop Agreement
Mengharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
Mengharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
c. Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan kepada para pekerja untuk menjadi atau tidak menjadi anggota serikat kerja.
Memberikan kebebasan kepada para pekerja untuk menjadi atau tidak menjadi anggota serikat kerja.
Definisi
perundingan bipartit dalam Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004
tentang Penyelesaian Hubungan Industrial (“UU PHI”) adalah perundingan
antara pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha untuk
menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.
Perselisihan
hubungan industrial wajib diupayakan penyelesaiannya terlebih dahulu melalui
perundingan bipartit secara musyawarah untuk mencapai mufakat, dan jangka waktu
penyelesaian perselisihan melalui bipartit harus diselesaikan paling lama 30
(tiga puluh) hari kerja sejak tanggal dimulainya perundingan. Apabila dalam
jangka waktu 30 (tiga puluh) hari salah satu pihak menolak untuk berunding atau
telah dilakukan perundingan tetapi tidak mencapai kesepakatan, maka perundingan
bipartit dianggap gagal.
Setiap
perundingan bipartit yang dilakukan antara pengusaha dan pekerja harus dibuat
risalah yang ditandatangani oleh para pihak. Risalah perundingan tersebut
sekurang-kurangnya memuat:
3. ANALISIS
Kesimpulan:
Jadi setiap setiap
suatu perusahaaan ataupun pabrik sangat membutuhkan sekali Sumber Daya Manusia.
Karena dalam suatu perusahaan maupun perindustrian membutuhkan tenaga ker ja
untuk membuat atau mengerjakan proses produksi maupun proses pekerjaan yang
lain nya.
Referensi
- WWW.Wikipedia.com
- www.Google.com
- WWW.Blogs.com
- http://www.slideshare.net/hendie23/peranan-dan-fungsi-manajemen
- http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan
- http://www.hukumtenagakerja.com/#sthash.AqgIGisB.dpuf
- http://nindysintya.wordpress.com/2010/11/15/manajemen-sumber-daya-manusia/
- http://dwih74.blog.com/2010/07/27/sejarah-perkembangan-manajemen-sumber-daya-manusia/
- http://rinditricahyani.blogspot.com/2012/11/macam-macam-sumber-daya-manusia.html
- http://e-course.usu.ac.id/content/manajemen/manajemen0/textbook.pdf
- Dessler, Gary, (2005), Human Resource Management (Manajemen Sumber Daya Manusia) edisi kesembilan jilid 2, edisi Bahasa Indonesia, Indeks, Jakarta.
- Henry Simamora, Manajemen Sumber Daya Manusia (2006:5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar